Sambutan pengasuh PP. Hamalatul Qur’an

Sambutan pengasu PP. Hamalatul Qur'an

Sambutan Pengasuh PP Hamalatul Quran, KH. Ainul Yaqin dalam rangka Khotmil Quran daerah Keresidenan Madiun (ISTAKRIM)

___________________________

 

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

 

Salah satu tugas Hamalatul Qur’an adalah melestarikan adab kiai kiai sepuh, salah satunya dengan istiqomah belajar

 

Pada tahun 1989 Romo Yai Ainul Yaqin bersilaturahmi, sowan diberbagai pesantren yang bernuansa tradisional dan masih melestarikan kebudayaan kyai kyai Nahdlotul Ulama’ terdahulu bersama gus hakim asal madiun yang dimana tujuan dari agenda tersebut guna menjalin silaturahmi dan ngalap berkah dari kyai kyai terdahulu

 

Sebelum berdirinya pesantren Hamalatul Qur’an romo yai aktif untuk mengirim delegasi imam tarowih diberbagai daerah guna menjalin relasi sebanyak mungkin dengan harapan apabila Hamalatul Qur’an sudah berdiri dapat berkontribusi dan menjalin kerjasama

 

Nama Hamalatul Qur’an diusung dari musyawarah romo yai Ainul Yaqin beserta teman teman dekat beliau, sebelum mengusung nama Hamalatul Qur’an ada usulan untuk diberi nama Qorinatul Qur’an dan usulan tersebut disowankan ke KH Mustain Syafi’i selaku mudzir I Madrasatul Qur’an dan Guru dari romo yai Ainul Yaqin, namum beliau lebih mengusung dengan pemberian nama Hamalatul Qur’an

 

Madrasah Hufadzil Qur’an, yang bertempat di Tebu Ireng juga sempat ditentang oleh berbagai kalangan Kyai dengan dalih wong ngapalno quran nek nggak iso ngelakoni bakal melebu neroko paling disik dewe, wong ngapalno qur an bakal melarat urip e, dll

 

Pada tahun 1971 yang semula Madrasah Hufadzil Qur’an dilanjut menjadi Madrasatul Quran hingga sekarang. Pada tiap malam romo yai Yusuf Masyhar selaku pendiri dan pengasuh Madrasatul Qur’an selalu membangunkan para santri untuk melaksanakan sholat tahajjud berjamaah yang dimana diberi nama (sholat roti) karena sehabis sholat disediakan roti dan kopi untuk dimakan bersama

Dengan berlangsungnya sholat tahajjud banyak kontraktor berdatangan untuk sumbang silir membantu pembangunan yang ada di Madrasatul Qur’an

 

Berdasarkan pengalaman tersebut Hamalatul Qur’an juga menerapkan kurikulum dan program yang sama persis Madrasatul Qur’an dengan penerapan model mondok gratis namun apabila ada shodaqoh tidak ditolak.

 

Hamalatul Qur’an adalah topik dari judul Madrasatul Qur’an yang dimana ada progam bahasa inggris, bahasa arab, dan tahasssuh kutubus salaf

 

Sebelum penutup Romo Yai Ainul Yaqin berpesan kepada wali santri agar mengikhlaskan putra mereka untuk sementara waktu belajar serta berkhidmah di pondok Hamalatul Qur’an sampai betul betul pintar jadi ketika nantinya terjun di masyarakat bisa jadi orang yang dapat diandalkan

 

Dan diharapkan kepada santri Hamalatul Qur’an dapat menyiarkan al Qur’an diantaranya dengan mengimami sholat tarowih maqro’ 30 juz khatam.

 

Allahumma ma’al Qur’an

Semoga kita semua di golongkan ahli Qur’an dan mampu berkhidmat kepada pondok, agama, dan bangsa lebih baik lagi. Amin

Sekian terimakasih

Madiun, 26 September 2021

Leave a Reply