Pengasuh PP Hamalatul Qur’an Membuka Khotmil Qur’an Kubro 97 Majelis dalam Rangka Yaumun Nasy’ah ke 15

pphq_ Yaumun Nasy’ah, hari dimana PP Hamalatul Qur’an lahir atau dikenal dengan tukul (tumbuh). Momen perjalan ke 15 tahun ini menjadikan semangat tersendiri bagi Pengasuh, asatidz, santri untuk selalu meningkatkan kualiatas tahfidz para santri. PPHQ lahir pada 27 Rajab dimana hal ini disampaikan langsung oleh KH. Ainul Yaqin selaku pendiri sekaligus pengasuh PPHQ, dalam kesempatan kali ini Pengasuh PPHQ membuka langsung salah satu agenda rutin dengan melaksanakan khotmil Qur’an kubro dengan sebanyak 97 majelis pada tahun ini, pengasuh PPHQ dalam sambutannya;

“Perjalanan HQ ke 15 semoga selalu dijaga oleh Allah swt, masa dengan waktu yang tidak terbatas Allah selalu memberikan rahmatnya dan semoga kita mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad Saw. PPHQ dengan nama dan hakikat serta sifatnya semoga selalu mencetak kader Qur’ani yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Nama yang absolut dan mutlak ini, kita tampilkan dengan apapun. Seperti halnya program yang dijalankan untuk misi mejadi insan kamil yang diutamakan Tahfidz serta dibekali ilmu-ilmu lain, sedangkan kayfiyah dan hay ‘ah mengikuti Madrasatul Qur’an Tebuireng, Seperti halnya ketika ada agenda apapun kita melaksanakan khotmil Qur’an, Ishari, atau kegiatan kyai-kayai terdahulu dengan tidak meninggalkan sejarah. Hal-hal yang terkait kayfiyah dan hay ‘ah tidak terpisahkan dengan memperkuat asal jatidiri PPHQ yang asalnya dari furuq yakni MQ Tebuireng. Semoga Allah memberikan keindahan dan kemudahan dalam belajar dan hikmah dalam Al-Qur’an”. [13/01]

Hamalatul Qur’an memasuki Dekade kedua tentu banyak tantangan yang perlu di hadapi dan di perbaiki, utamanya dalam segi pengkaderan, penguatan kualitas, serta membuat trobosan-trobosan baru. Kostum jatidiri sebagai bangsa Indonesia yang berposisi pada barisan kaum santri pembawa Al-Qur’an. Sedangkan Identitas Mandiri PPHQ, sampai kapan pun HQ tetap HQ secara hati nurani dhohir batin dengan asas Jogoroto Jogorogo dan Jogoroso. Kreasi dinamika satria yang selalu dipelajari dengan pantang menyerah tanpa putus asa, agung sonder sanjung menang tanpo ngasorake megah tanpo jumawah dodo nyegoro tanpo meseso lamun kalah tanpo nelongso. Selasa, 13 Jan 2026.

 

 

Penulis; M. Lutfi Gibran

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PILIHAN PROGRAM TERBARU

# HQ Pusat KQJ HQ Children
Program Tahfidz Cepat
Metode Habituasi
Makan 3x
Pengajian Kitab
Kamar Max 70 orang Max 5 orang Max 6 orang
Kasur / Matras
Kamar Mandi Shower
Ekstrakurikuler Qori'
Sekolah Formal PPS
PKBM
Wisata Qur'an
Fashohah Exclusive
Syahriah Semampunya Rp750.000 Rp750.000
# Selengkapnya Selengkapnya Selengkapnya