Jogoroto – Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an (PPHQ) Jogoroto menggelar peringatan hari lahir pesantren atau Yaumun Nasy’ah ke-XV. Dalam acara ini dilaksanakan pengukuhan sanad dari Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng kepada KH. Ainul Yaqin selaku pengasuh PPHQ, sekaligus menjadi momentum penguatan syi’ar Al-Qur’an yang bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh pesantren dan pejabat daerah, di antaranya Pengasuh PP. Darul Ulum Rejoso KH. Dahlan Kholil, Pengasuh PP. Nurul Jadid Parimono KH. Abdullah Afif, Pengasuh PP. Tahfidzul Qur’an KH. Muslihan Ahmad, serta rombongan Pemerintah Kabupaten Jombang yang diwakili Asisten I Bupati Jombang, Drs. Purwanto, bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Pemerintahan. Hadir pula seluruh pimpinan asrama cabang, unit, dan filial PPHQ, serta para santri yang mengikuti acara dengan khidmat.
Kiai Yaqin menjelaskan bahwa pengukuhan sanad ini bertujuan untuk menegaskan kepada masyarakat, khususnya wali santri, bahwa PPHQ memiliki jalur sanad keilmuan Al-Qur’an yang jelas dan bersambung hingga KH. Yusuf Masyhar Tebuireng. Dengan demikian, PPHQ secara kelembagaan bersandar kepada Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng.
Lebih lanjut kiai Yaqin menyampaikan bahwa berdirinya PPHQ merupakan karunia Allah SWT yang harus dijaga dan disyukuri dengan terus mensyiarkan Al-Qur’an hingga ke pelosok Nusantara.
“Karunia Allah telah turun di tanah Jogoroto, dan semoga syiarnya tersebar sampai pelosok Nusantara, membentuk pribadi yang hamilil Qur’an lafdzan wa ma’nan wa ‘Amalan” ujar KH. Ainul Yaqin (16/01).
Dalam upaya memperkuat syi’ar Al-Qur’an dan mencetak generasi unggul, PPHQ telah mengembangkan sejumlah asrama dengan kekhasan masing-masing. Di antaranya Al-Qur’an Village yang memadukan tahfidz dengan pembelajaran Bahasa Inggris, Wadil Qur’an yang mengintegrasikan tahfidz dan Bahasa Arab, serta Qur’an Sains yang membekali santri dengan ilmu matematika, biologi, fisika, dan kimia. Selain itu, PPHQ juga mengelola pesantren salafiyah yang fokus pada pengkajian kutubus salaf.
Mewakili Bupati Jombang, Drs. Purwanto menyampaikan salam dari Bupati H. Warsubi. Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj merupakan momentum untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan agar PPHQ terus aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“PPHQ diharapkan mampu mencetak santri yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta peka terhadap lingkungan sosial demi terwujudnya Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” kata Purwanto.
Usai sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan sanad secara simbolis dan launching program Imam Tarawih 30 Juz. Setiap tahun, PPHQ secara rutin mendelegasikan santri-santrinya untuk menjadi imam tarawih 30 Juz di berbagai daerah. Tahun ini, lebih dari 200 santri dijadwalkan diterjunkan ke hampir seluruh wilayah Indonesia.
Dalam sesi mau‘idzah hasanah, KH. Dahlan Kholil menekankan pentingnya sanad atau mata rantai keilmuan dalam mempelajari Al-Qur’an. Ia juga menguraikan sejarah panjang silsilah sanad keilmuan sejak Nabi Muhammad SAW hingga para ulama Nusantara.
“Saya di sini hanya sebagai isyhad, menyaksikan bahwa sanad KH. Ainul Yaqin ini dhabit dari KH. Yusuf Masyhar, lalu sampai kepada saya, kemudian kepada Syaikh At-Tijani, hingga Rasulullah SAW,” tutur KH. Dahlan Kholil.
Rangkaian acara ditutup dengan berbagai penampilan santri PPHQ yang menambah kemeriahan peringatan Yaumun Nasy’ah XV tersebut.
Penulis: M. Maksum Ali




