PPHQ_Jogoroto. Momentum perjalanan PP Hamalatul Qur’an atau Yaumun Nasy’ah yang ke 15 menggelar Seminar Santri Nasional, yang bertajuk “Pesantren Ramah Santri, Stop Bullying, Start Loving, Harmoni dalam Sanubari Santri” hal ini menjadikan sebuah lembaga yang bergerak secara nyata dalam membangun keharmonisan, keramahan, aman dalam proses belajar dan mengajar para santri. Dosen ahli Psikologis dari UINSA Surabaya dihadirkan, serta dari pihak Instansi Pemerintah seperti UPTD PPA Jombang, Danramil Jogoroto, Kapolsek Jogoroto, turut hadir demi mensukseskan acara Seminar Santri pada pagi hari sampai siang hari, serta para pimpinan atau pengurus Pondok Pesantren yang ada di wilayah Jombang agar dampak bullying menurun di lembaga Pendidikan utamanya di Pondok Pesantren.
Pengasuh PP Hamalatul Qur’an KH. Ainul Yaqin, SQ dalam sambutannya menyampaikan bahwa “adanya Hamalatul karena banyaknya dukungan dari para warga serta adanya para pewaqif yang bersedia memberikan tanahnya untuk tempat para anak-anak santri daalam proses menghafal dan belajar, dengan awal kurikulum PPHQ yakni menggunakan tahajud ma’roq khatam. Pesantren adalah sumber inspirasi, pesantren adalah titik peradaban Nusantara dan Alhamdulillah Gusti Allah meletakkan titik ini salah satunya di daerah Jombang ini, seperti halnya pada zaman kerajaan dimana ada desa yang namanya Mejoyo Losari yang berada di Kec Gudo perbatasan antara kerajaan Kertonegoro dan Majapahit, di akhir-akhir titik Inspirasi Peradaban ini berada di Tebuireng, sedangkan Jogoroto adalah Min furuq’e (Cabang) Tebuireng yang tetap mengembangkan Inovasi Ilham dari Gusti Allah yang kita kembangkan, semoga manfaat untuk bangsa secara utuh dengan landasan barokah dari Al-Qur’an. Pondok Pesantren didalam melangsungkan misi agar menghasilkan sesuai harapan maka tentunya dibarengi dengan riyadhoh yang dilandaskan dengan asas jogoroto,jogorogo, jogoroso, kita menyambut datangnya ilmu pengetahuan yang datangnya dari Allah, oleh karena itu kita kawal dengan do’a dan riyadhoh, bagaimana sesuatu yang kelihatan dipandang orang susah kita jalankan secara indah dan mudah”. [15/01]
Danramil Jogoroto Letnan I Infantri Bpk Mariyono, sangat antusias dalam acara yang digelar pada pagi ini karena menyangkut dengan bullying untuk kesehatan mental bagi para santri “Kami hadir dalam wilayah Jogoroto akan selalu bersama dan kami akan ikut andil dalam ideologi politik, ekonomi, budaya dan agama yang termasuk didalam nya PP Hamalatul Qur’an yang salah satu mitra strategis kami kaitannya dalam pembinaan wilayah teroterial, kami akan selalu hadir dan mendampingi kebutuhan masyarakat dan pendidikan pesantren, seperti halnya semboyan kami, TNI Timbul dan Tenggelam Bersama Rakyat baik dalam keadaan suka maupun duka akan selalu bersama rakyat”. Sedangkan dari Kapolsek Jogoroto Bpk Ainul Ilmi berpesan “Tindakan bullying sangat tidak diperbolehkan karena hal itu bisa mengarah ke ranah hukum sesuai dengan ketentuan Undang-undang yang ada di Negara kita, maka dari itu adik-adik hindari bullying dan fokus pada tujuan utama yakni belajar dan menghafal, karena adik-adik semua sudah ditunggu oleh bangsa untuk menjadi generasi yang unggul, semoga PP Hamalatul Qur’an dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan”.
Ibu Nyai Nur Kholidah selaku Pengasuh PP Hamalatul Qur’an dalam kesempatan kali ini, menjadi salah satu Pemateri dalam meningkatakan belajar dan pendampingan keseharian para santri dan tentu arahannya yang selalu dinantikan oleh para santri, beliau mengajak para santri-santri untuk selalu meningkatkan niat dalam belajar dan menghafal agar bisa bermanfaat dan siap ketika terjun di masyarakat “Bullying sudah sampai dan tren di Pondok Pesantren seperti halnya beberapa hari ini pesantren menjadi sorotan karena ada beberapa hal yang tidak pantas di ranah pendidikan sehingga menjadi viral salah satunya tersebar di media sosial. Terjadinya bullying karena kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua serta komunikasi yang kurang sehat sesama pengurus dan juga santri, sehingga bisa menjadi potensi bullying yang awalnya korban menjadi pelaku hal ini tidak bisa dipungkiri di dalam pendidikan pesanteren, maka dengan ini ayo kita semangat dalam mengaji, stop bullying, cintai di sekeliling kita, bangun harmoni budaya santri yang bagus, ciptakan rasa aman dan nyaman, hidup masih panjang dan penuh perencanaan serta perjuangan perlu dilanjutkan, semoga kita mendapatkan barokah Al-Qur’an dan mendapatkan rahmat-Nya”.
Dosen Ahli Psikologis UINSA, Ibu Endang Wahyuni, sangat senang bisa berjumpa dengan para santri dan santriwati dimana selalu menjaga kesehatan mental sehingga berdampak pada pikiran dengan adanya acara pagi ini, “Pesantren adalah rumah kedua bagi santri untuk menuntut ilmu, tumbuh secara spiritual, sosial, dan emosional. Santri belajar hidup bersama, saling menghormati dan menumbuhkan akhlaq mulia. Mari kira berkomitmen menjaga lisan, sikap, dan perbuatan, agar tidak menyakiti sesama santri serta menebar kasih sayang demi harmoni dalam sanubari dan pesantren tercinta” selengkapnya bisa di tonton di Yutube PP Hamalatul Qur’an.
Sedangkan dari pihak Kepala UPTD PPA Jombang Ibu Sri Mujiati ” mari kita mencengah terjadinya bullying dan ciptakan lingkungan Pondok Pesantren yang aman dan bebas dari bullying dan kekerasan adalah prioritas utama, karena dapat berdampak buruk pada kesejahteraan siswa dan kualitas pembelajaran, dan tentu hal ini membutuhkan upaya komprehensif dari seluruh komponen pondok pesantren, keluarga dan masyarakat. Peran orang tua, peran Pondok Pesantren sangat menentukan, maka dari itu kita cegah agar tidak terjadi bullying seperti halnya deteksi sejak dini dengan tanda-tanda yang ada ada di lingkungan, Intervensi tepat waktu, pemberdayaan sebisa mungkin dalam setiap kelompok. karena dampak bullying bisa berupa fisik, sosial, mental, dan akademik. Semoga PP Hamalatul Qur’an dijauhkan dari hal-hal yang merungikan bagi lembaga, santri, keluarga dan bangsa”.
Penulis: M. Lutfi Gibran




