Hadiri acara Pembukaan progam HQ di PP Miftahul Ulum Magetan, Kiai Yaqin : Membumikan Al-Quran dengan melaksanakan Riyadoh Al Qur’an

Hadiri acara Pembukaan progam HQ di PP Miftahul Ulum Magetan, Kiai Yaqin : Membumikan Al-Quran dengan melaksanakan Riyadoh Al Qur’ann

Magetan, 22 Juni 2022

Menghadiri acara Pembukaan progam Hamalatul Qur’an di pondok pesantren Miftahul Ulum Magetan, KH. Ainul Yaqin menyampaikan bahwa Hamalatul Qur’an adalah salah satu lembaga yang yang isti’arul Qur’an, yaitu menebar kemukjizatan Qur’an. Seperti halnya yang telah di lakukan Abuya Dimyati yaitu mendawamkan sholat dengan maqro’Al Qur’an khatam dan juga Mbah yai Hasyim Asy’ari, sebagai bentuk Riyadoh bela negara melalui Qur’an.(22/06/2022)

Kiai Yaqin menyebutkan salah satu Rangkaian kegiatan di Hamalatul Qur’an yaitu muroqobah 5 juz-an atau disebut dengan “Famy Bisyauqin” yang dibaca setiap hari. Dimulai dari hari Sabtu dan khatam dihari Kamis, menggunakan bacaan Tartil ala Syaikh Mahmud Al khusyori.

Dengan keistiqomahan mengkhatamkan Al-Qur’an, melaksanakan tahajjud dan duha dengan maqro’setengah juz, beliau meyakini disitulah welasnya Allah turun, sehingg banyak santri yang dapat mengkhatamkan 30 Juz dalam tempo 6 bulan dan dari setiap tahun santri bertambah banyak sampai kurang lebih 1.600 santri

” Dalam rangka Al-Qur’an Mendunia, perlu nya kerjasama (berafiliasi) antar lembaga dalam rangka menjaga dan mengembangkan Al Qur’an di tengah-tengah Masyarakat”, Kata Kiai Yaqin dalam sambutannya.

Kiai Yaqin juga bercerita tentang Yai Khozinatul Asror (pengasuh PP Miftahul Ulum) dimana ketika bertemu pertama kali di Lantabur Tebuireng Jombang, Mereka saling menguatkan dan beri’tikad bersama dalam berjuang membangun negeri bersama Al Qur’an.

PP. Miftahul Ulum sebenarnya merupakan pondok yang berdiri cukup lama, namun beberapa tahun ini sempat vakum bahkan santrinya tinggal beberapa orang saja.

Sebagai penutup beliau berharap dengan adanya siar Qur’an ditengah masyarakat jeglangan, Karas Magetan ini. Nur (cahaya) Qur’an kembali lagi menerangi kampung tersebut. Sehingga santri, pejabat ataupun masyarakat dapat hidup dengan welase Allah SWT.

Penulis : Bagus Ahmad Muzaki

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.